Langsung ke konten utama

Jangan Pisahkan Label Aswaja Dengan Ormas


Jangan Pisahkan Label aswaja dengan Ormas

Ahlusunnah waljamaah
   Arti ahlusunnah adalah penganut sunnah nabi. Arti waljamaah adalah penganut itiqod jamaah sahabat sahabat nabi. 

    Kaum ahlusunnah waljamaah ialah kaum yang menganut itiqod sebagaimana itiqod nabi muhammad saw dan sahabt sahabatnya dimana telah termaktub dalam alquran dalam sunnah rosul secara terpencar pencar, belum tersusun rapi dan teratur, namun kemudian dirumuskan oleh ulama besar ushuludin yaitu syekh abu hasan ali al asyari (lahir di bashrah tahun 260 h, wafat di basrah tahun 324 h, dalam usia 64 tahun).

      Dalam kitab kitab ushuludin biasa dijumpai sebutan "sunny" , kependekan dari ahlusunnah waljamaah, orang2nya dinamai "sunniyun".
Tersebut dalam kitab "ihtihaf sadatul muttaqin " karangan imam muhammad bin al husni az zabidi, yaitu kitab syarah dari kitab "ihya ulumuddin" karangan imam alghazali, pada jilid II pagina 6 dijelaskan :

"Apabila disebut ‘Ahlus Sunnah Wal Jama’ah’, maka yang dimaksud adalah paham al-Asy’ariyah dan al-Maturidiyah".

    Untuk zaman sekarang, semuanya mengaku alhusunnah waljamaah atau disingkat aswaja, ormas ormas mengaku dirinya aswaja, dan ormas satu dengan yang lain saling menyalahkan, gonton gontokan ,
Tak lebihnya ormas Nahdatul Ulama, ormas Fpi, Muhammadiyyah, dll

    Di indonesia perlu dipahami apapun ormasnya, jika mengikuti faham abu hasan alasyari, abu mansur al maturidi ,bermadzab 4 ,bertasawuf mengikuti imam al ghazali ia adalah ahlusunnah, 

  Jangan batasi aswajamu dengan ormas, NU adalah aswaja, Fpi adalah aswaja, muhammadiyyah adalah aswaja, marilah ormas ormas aswaja ini saling menguatkan, sejatinya apabila aswaja tak pecah hanya gara2 ormas, maka tentu, aswaja akan kuat, ibarat seperti kekuatan antara anak dan ayah serta ibu yang disatukan.

  Gaungan tidak toleran, radikalis ,liberal hanyalah sebuah isu yang digunakan untuk memecah belah ,semuanya adalah nasionalis, semuanya itu toleran, dan yg benar bukanlah radikal apabila seperti fpi melakukan amar maruf nahi munkar, tapi yang benar adalah tegas bukan keras, itulah yang pernah dikatakan alm.habib munzir almusawa ketua dari majlis rosulullah, tak ubahnya seperti alm. Kh zainuddin mz yang mendukung fpi, juga kedekatan alm.  kyai haysim muzadi yang pernah menjadi ketua pbnu, 

   Propaganda pecah belahnya aswaja dilakukan oleh syiah, wahabi, hti dimana mereka ingin aswaja pecah belah, untuk saat ini, kuatkan aqidah, rapatkan shaf, jangan batasi aswajamu dengan ormas sehingga saling mencaci dan memaki.. 









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persamaan aqidah mujassimah dan Aqidah ibnu taimiah (ulama besar salafi wahabi)

 Ada seorang ulama bernama IBNU TAIMIYAH ,dengan nama lengkap ahmad taqiyuddin ,abu abbas bin syihabuddin abdul mahasin abdul halim bin syekh majduddin abil barakat adussalam bin abi muhammad abdillah bin abi qasim al lhadar , bin muhammad bin al khadhar bin ali bin abdillah,  Famili ini dinamai familii IBNU TAIMIYYAH .     Ibnu taimiyah /ahmad taqiyuddin lahir di desa heran 10 rabiul awal th 661 h ,wafat 724 h. Beliau bermadzab hanbali ,namun sangat disayangkan beliau mempunyai akidah yang sama dengan akidah mujassimah , dengan menyamakan tuhan dengan makhluk dan mengeluarkan fatwa fatwa fiqih yanhg berbeda jauh dari fatwa fatwa dalam madzab hanbali sendiri dan madzab 4 yang lainya . Dalam kitab kitab karanganya seperti al munazharah fil' aqidah al wasithiyah dan al aqidah  al hamiwiyah al kubro " ia terangkan bahwa dasar madzabnya adalah mengartikan ayat dan hadis nabi yang bertalian dengan sifat tuhan dipahami menurut lafadz zahirnya saja ...